Pages

Minggu, 02 Desember 2012

TIPS!! MENGENDALIKAN PLAK GIGI

Hindari Plak Gigi Sebelum Anda Di Hindari Orang Lain
Tahukah anda tentang plak gigi? Plak gigi atau yang seringkali disebut dengan jigong adalah lapisan tipis yang melekat di permukaan gigi, berisi kumpulan protein air ludah yang disebut pelikel, sisa makanan dan bakteri. Jika tidak dilakukan pengendalian plak, maka timbunan bakteri di dalam plak akan semakin banyak dan plak mengalami pertambahan masa lalu berlanjut dengan pengerasan yang disebut dengan karang gigi (kalkulus).
Plak gigi adalah agen utama penyebab terjadinya gigi berlubang dan radang gusi, dua penyakit mulut yang paling kerap dijumpai.
Radang gusi (gingivitis) ditandai dengan gusi tampak kemerahan, agak membengkak, dan mudah berdarah saat menggosok gigi. Lazimnya, radang gusi tidak menimbulkan rasa sakit dan perdarahan gusi akan berhenti sendiri dalam waktu relatif singkat. Hal ini menyebabkan kebanyakan orang mengabaikan situasi ini. Namun jika radang gusi dibiarkan saja, akan berlanjut menjadi radang jaringan penyangga gigi (periodontitis) dan lama kelamaan dapat menyebabkan gigi goyah, akhirnya tanggal. Maka tidak heran jika ada pernyataan yang menyebutkan bahwa lebih banyak gigi tanggal akibat radang gusi daripada akibat gigi berlubang. Alangkah menyedihkan jika pasien harus dicabut giginya akibat penyakit periodontal padahal giginya dalam keadaan utuh (tidak berlubang).

Kendalikan Plak Gigi.
Plak adalah salah satu faktor resiko karies yang mengandung bakteri. Bakteri tersebut akan menghasilkan asam yang dapat melarutkan lapisan email gigi, sehingga lama-kelamaan terbentuklah lubang gigi. Bakteri ini juga dapat menyebabkan radang gusi.
Tips untuk mengendalikan plak  gigi :
  • Jangan malas sikat gigi, terutama malam sebelum tidur.
  • Cari tahu dan terapkan cara sikat gigi yang benar. Banyak orang yang mengaku sikat gigi 2x sehari namun tetap mengalami karies gigi
  • Pilih pasta gigi dengan kandungan aktif melawan bakteri dan membersihkan plak. Juga sikat gigi dengan kepala sikat kecil sehingga dapat menjangkau gigi yang terletak paling belakang.
  • Perhatikan juga plak yang tersembunyi di sela-sela gigi, yang sulit dibersihkan dengan sikat gigi. Gunakan benang khusus (dental floss) pada bagian tersebut, karena makanan yang terjebak dan tidak dibersihkan di sela gigi dapat menyebabkan karies berlanjut dengan cepat.
Perhatikan Pola Makan.
Bakteri membutuhkan makanan kaya akan karbohidrat dan gula untuk proses metabolismenya. Orang yang memiliki pola makan seperti itu lebih beresiko untuk mengalami karies. Di perparah lagi, jika makanan tersebut bersifat lengket atau mudah menyangkut di sela gigi sehingga sulit dibersihkan. Mengendalikan pola makan dapat sekaligus mengendalikan plak, caranya :
  • Pilih pola makan seimbang dan hindari makanan yang tinggi kandungan gula dengan konsistensi yang lengket. Jika Anda suka mengemil, kurangi snack seperti wafer atau keripik. Selain kurang sehat, juga mudah menempel di permukaan gigi. Lebih baik ganti atau selingi dengan buah-buahan.
  • Perbanyak minum minuman yang mengandung polifenol, seperti teh terutama teh hijau, dan sari buah beri (cranberry, strawberry, dll). Polifenol diketahui dapat mencegah bakteri memproduksi asam yang dapat merusak email gigi. Kurangi minuman ringan berkarbonasi, yang tinggi kandungan gula dan bersifat asam sehingga dapat merusak gigi.
  • Jangan langsung makan setelah sikat gigi, karena kadar keasaman mulut menurun saat sehabis makan. Jika gigi langsung disikat malah justru akan berdampak buruk bagi gigi. Jika Anda ingin membersihkan gigi, lebih baik dengan cara kumur-kumur atau mengunyah permen karet bebas gula yang mengandung xylitol.

0 komentar:

Posting Komentar